
https://www.antaranews.com
Ahli Warta – Pada Rabu dini hari, gempa bumi mengguncang wilayah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan kekuatan 4,9 magnitudo. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui aplikasi infoBMKG yang dipantau di Jakarta menyampaikan peringatan dini terkait gempa ini. Menurut informasi yang diterima, gempa tersebut terjadi pada pukul 02.58 WITA dan diperkirakan berpusat di laut dengan kedalaman 11 kilometer. Koordinat gempa tercatat pada posisi 8.21 Lintang Selatan (LS) dan 119.27 Bujur Timur (BT), sekitar 64 kilometer di timur laut Kota Bima.
Guncangan yang dirasakan di Kota Bima memiliki skala intensitas IV MMI, yang berarti getaran gempa cukup kuat dirasakan oleh penduduk setempat. Meskipun demikian, BMKG belum memberikan laporan lebih lanjut terkait pemicu terjadinya gempa tersebut, termasuk apakah gempa ini berpotensi memicu tsunami. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menghindari spekulasi mengenai dampak gempa hingga analisa lengkap dan resmi disampaikan oleh pihak BMKG.
BMKG mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, yang beredar di luar saluran resmi. Sumber informasi yang dapat dipercaya dapat diperoleh melalui aplikasi daring, kanal media sosial resmi infoBMKG, atau dengan menghubungi kantor BMKG terdekat. Proses analisa lebih lanjut masih akan dilakukan oleh pihak berwenang untuk memastikan keadaan dan dampak gempa secara menyeluruh.
Guncangan ini sempat mengkhawatirkan warga di sekitar Kota Bima, namun hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban atau kerusakan yang diakibatkan oleh gempa tersebut. BMKG memastikan bahwa upaya pengamatan dan pemantauan terus dilakukan, dan masyarakat akan diberikan informasi yang jelas begitu hasil analisa peristiwa tersebut tersedia.
Kehadiran teknologi aplikasi BMKG yang memberikan informasi secara cepat dan akurat memungkinkan masyarakat untuk tetap mendapatkan pemahaman yang jelas dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Meskipun situasi ini menimbulkan rasa cemas di kalangan masyarakat, BMKG berusaha memastikan bahwa mereka dapat memberikan informasi yang tepat dan bermanfaat untuk keselamatan bersama.
Masyarakat yang merasakan guncangan atau merasa khawatir dengan dampak gempa diminta untuk selalu mengandalkan saluran informasi resmi dan tidak terpancing oleh isu yang tidak memiliki dasar yang jelas. Pemerintah dan BMKG akan terus berkoordinasi untuk memastikan bahwa masyarakat dapat menghadapi situasi ini dengan tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan.