5 April 2025
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Vanuatu, Korban Meninggal Bertambah Menjadi 14 Orang

https://www.antaranews.com

Ahli Warta – Gempa bumi berkekuatan 7,3 magnitudo yang mengguncang negara kepulauan Pasifik, Vanuatu, pada hari Selasa (17/12), telah mengakibatkan jumlah korban jiwa yang terus bertambah. Kepala Kantor Federasi Internasional Palang Merah Pasifik, Katie Greenwood, mengonfirmasi bahwa hingga kini, total korban yang meninggal dunia akibat gempa tersebut mencapai 14 orang. Selain itu, sekitar 200 orang lainnya terluka dan saat ini dirawat di rumah sakit utama di ibu kota Port Vila.

Gempa ini terjadi pada wilayah yang terletak kurang dari 32 kilometer di sebelah barat Port Vila, yang memiliki populasi sekitar 36.000 jiwa. Menurut informasi dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), guncangan yang kuat ini terjadi di sekitar wilayah yang sangat dekat dengan pusat pemerintahan Vanuatu. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan di daerah tersebut.

Beberapa jam setelah gempa, Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) mengeluarkan peringatan tsunami untuk kawasan tersebut, namun peringatan tersebut akhirnya dibatalkan setelah evaluasi lebih lanjut. Meski begitu, upaya penyelamatan terus berlangsung tanpa henti. Tim penyelamat bersama dengan warga setempat bekerja keras untuk mengevakuasi orang-orang yang terjebak di reruntuhan bangunan dan puing-puing akibat dampak gempa. Laporan dari radio RNZ Selandia Baru menyebutkan bahwa proses pencarian dan penyelamatan ini dilakukan sepanjang malam.

Pemerintah Vanuatu, melalui Perdana Menteri Charlot Salwai, telah mengumumkan bahwa status darurat telah diberlakukan di daerah-daerah yang paling parah terdampak. Selain itu, jam malam juga diberlakukan untuk mencegah kerusuhan dan memastikan keamanan di tengah upaya pemulihan yang sedang berlangsung. Para pejabat setempat tengah fokus pada penyediaan bantuan darurat dan memastikan keselamatan warga yang selamat.

Gempa bumi yang mengguncang Vanuatu ini adalah salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan sehari-hari masyarakat di kawasan tersebut. Wilayah yang terdampak tidak hanya mengalami kerusakan bangunan, tetapi juga terganggu oleh pemadaman listrik dan gangguan pada layanan komunikasi. Banyak warga yang terpaksa mengungsi dan mencari perlindungan sementara di tempat yang lebih aman.

Vanuatu, yang terletak di Ring of Fire Pasifik, memang sering kali mengalami aktivitas seismik, termasuk gempa bumi dan erupsi vulkanik. Oleh karena itu, meskipun bencana alam seperti ini sudah diperkirakan oleh pihak berwenang, skala kerusakan yang terjadi tetap saja memberikan dampak yang luar biasa. Para ahli memperingatkan bahwa wilayah ini masih berisiko terhadap gempa susulan dan kemungkinan tsunami, meskipun peringatan tsunami telah dibatalkan.

Dalam menghadapi bencana ini, solidaritas internasional pun mulai mengalir. Negara-negara dan organisasi internasional telah menyampaikan ucapan belasungkawa dan menawarkan bantuan untuk meringankan beban yang ditanggung oleh Vanuatu. Bantuan kemanusiaan, termasuk pengiriman obat-obatan, makanan, dan peralatan penyelamatan, sedang dipersiapkan untuk dikirimkan segera ke daerah-daerah yang terdampak.

Dengan begitu banyaknya korban dan kerusakan yang ditimbulkan, upaya pemulihan di Vanuatu akan membutuhkan waktu dan sumber daya yang cukup besar. Masyarakat di negara ini, yang dikenal dengan kekuatan dan ketahanannya, kini tengah berjuang untuk bangkit dan memulihkan kehidupan mereka setelah bencana yang mengerikan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *