5 April 2025
Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Sumber: antaranews.com

Ahli Warta – Bencana banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, setelah hujan deras mengguyur daerah tersebut. Akibatnya, Sungai Citanduy dan Cikidang meluap, menyebabkan pemukiman warga serta lahan pertanian di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, terendam air. Menghadapi kondisi ini, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya bersama tim gabungan dari berbagai instansi turun tangan untuk membantu warga yang terdampak.

Ketua Forum Koordinasi Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan guna menangani dampak banjir ini. Evakuasi warga ke tempat yang lebih aman menjadi prioritas utama, selain penyaluran bantuan tanggap darurat yang dilakukan bersama Dinas Sosial PPKBP3A (Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak) Kabupaten Tasikmalaya. Ia mengungkapkan bahwa tim segera diterjunkan ke lokasi bencana untuk memastikan keselamatan warga yang terdampak.

Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (13/3) menyebabkan air sungai meluap hingga memasuki pemukiman warga dan merendam lahan pertanian. Melihat situasi tersebut, tim gabungan dari berbagai instansi dikerahkan guna melakukan evakuasi dan membantu warga yang membutuhkan pertolongan. Sebagian besar warga yang rumahnya tergenang air dengan ketinggian lebih dari satu meter harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Meskipun evakuasi telah dilakukan, beberapa warga masih memilih bertahan di rumah mereka. Jembar Adisetya menyebutkan bahwa meskipun kondisi banjir cukup parah, masyarakat setempat sebagian besar dalam keadaan aman. Namun, ada juga yang masih memilih untuk tetap tinggal di rumah masing-masing meskipun air sudah menggenangi wilayah tempat tinggal mereka.

Desa Tanjungsari sendiri merupakan daerah yang sering mengalami banjir saat musim hujan. Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu lama, air sungai yang melintas di daerah tersebut akan meluap dan menyebabkan genangan yang cukup luas. Banjir kali ini juga menyebabkan akses jalan terputus serta merusak lahan pertanian warga.

Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 906 rumah warga terdampak banjir, dengan jumlah warga yang mengalami dampaknya mencapai 3.963 jiwa atau sekitar 1.131 kepala keluarga. Banyak dari mereka harus mengungsi karena rumah mereka terendam air hingga mencapai ketinggian 1,5 meter.

Pemerintah daerah pun telah mengambil langkah cepat dengan menyalurkan bantuan berupa bahan pangan, menyediakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, mandi, dan mencuci pakaian, serta memberikan layanan kesehatan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat berlangsung.

Selain evakuasi dan bantuan logistik, tim gabungan juga dikerahkan untuk membersihkan sisa lumpur dan puing-puing yang terbawa banjir. Langkah ini dilakukan agar pemukiman dan fasilitas umum yang terdampak dapat segera kembali digunakan seperti semula.

Dengan adanya koordinasi yang baik antara berbagai pihak, diharapkan situasi ini dapat segera teratasi. Pemerintah daerah bersama tim relawan juga terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan bahwa seluruh warga yang terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Banjir yang terjadi di Desa Tanjungsari menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana harus terus ditingkatkan, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana seperti ini. Langkah-langkah preventif perlu segera dirancang agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *