5 April 2025
Jakarta Selatan Targetkan Pemasangan Tangki Septik di Kawasan Permukiman Padat untuk Wujudkan Sanitasi Sehat

https://www.antaranews.com

Ahli Warta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan tengah gencar mendorong program peningkatan sanitasi di kawasan permukiman padat, terutama yang terletak di bantaran Kali Ciliwung. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan tangki septik di rumah-rumah yang sebelumnya tidak memiliki fasilitas pembuangan limbah yang layak. Inisiatif ini bertujuan untuk mewujudkan perilaku hidup bersih dengan meningkatkan kelayakan sanitasi di wilayah tersebut.

Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan, Yudi Dimyati, menyatakan bahwa meskipun ada beberapa kawasan yang sudah memiliki fasilitas pembuangan limbah, masih banyak rumah di bantaran kali yang membuang kotoran langsung ke sungai. Menurut Yudi, hal ini terjadi karena warga merasa lebih praktis membuang limbah ke sungai dibandingkan harus membangun tangki septik di lahan yang sangat terbatas, yang merupakan tantangan utama di kawasan permukiman padat di Jakarta Selatan.

“Kami menyadari bahwa banyak rumah di sekitar bantaran Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan yang saluran pembuangannya langsung menuju ke sungai. Ini berbahaya karena bisa mencemari sungai dengan bakteri, virus, dan kuman,” kata Yudi. Kondisi ini mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

Untuk mengatasi masalah ini, Sudinkes Jakarta Selatan bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dalam membuat tangki septik komunal gratis yang dapat digunakan oleh masyarakat sekitar. Pemasangan tangki septik ini diharapkan dapat membantu warga untuk mengelola limbah domestik mereka dengan cara yang lebih aman dan higienis. Satu tangki septik komunal dapat menampung limbah dari 10 hingga 15 Kepala Keluarga (KK), sehingga mampu melayani beberapa rumah sekaligus.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk memutus rantai penularan penyakit berbasis lingkungan. Selain itu, program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) juga dijalankan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. STBM memiliki lima pilar utama, yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.

Menurut data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, pada tahun 2023 tercatat sekitar 5,47 persen rumah tangga (KK) di Provinsi DKI Jakarta masih melakukan praktik Buang Air Besar (BAB) sembarangan. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk memperbaiki sanitasi, masih ada sejumlah kawasan yang memerlukan perhatian lebih untuk mengurangi perilaku buang air besar sembarangan.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan menargetkan pemasangan tangki septik di 10 kelurahan pada tahun 2024. Ini adalah langkah konkret dalam memperbaiki sistem sanitasi dan mempercepat proses perbaikan lingkungan di wilayah-wilayah yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Pemasangan tangki septik juga diharapkan dapat mengurangi pencemaran air di Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan, yang merupakan sumber daya alam penting bagi warga sekitar.

Dengan program ini, Pemerintah Kota Jakarta Selatan berharap masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya sanitasi yang baik dan higienis, serta dapat mengubah kebiasaan buruk yang selama ini ada, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Inisiatif ini juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di kawasan-kawasan yang rentan terhadap masalah sanitasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *