Waspada Klamidia: Penyakit Seksual yang Sering Tak Terlihat, Tapi Bahaya!

0
klamidia

<a href="https://www.freepik.com/free-photo/graphic-illustration-coronavirus-disease-pandemic-white-background_11541010.htm#fromView=search&page=1&position=43&uuid=9490ca08-e168-4c6d-95d9-30b5f9861f71&new_detail=true">Image by wirestock on Freepik</a>

Hai sobat Ahli Warta, siapa yang menyangka kalau terdapat penyakit intim yang kerap kali diam- diam melanda tanpa indikasi jelas? Yap, klamidia merupakan salah satunya! Penyakit ini bisa jadi terdengar asing untuk sebagian orang, tetapi kenyataannya, klamidia merupakan salah satu penyakit meluas intim yang lumayan universal. Serta yang lebih mengejutkan lagi, banyak orang yang mengalaminya tanpa sadar! Ayo, kita cari ketahui lebih dalam tentang klamidia supaya kalian dapat lebih waspada serta melindungi kesehatan badan.

Apa Itu Klamidia serta Gimana Penyebarannya?

Klamidia merupakan peradangan yang diakibatkan oleh kuman Chlamydia trachomatis. Penyakit ini dapat meluas lewat ikatan intim tanpa pelindung, baik itu vaginal, anal, ataupun oral. Penyebarannya sangat kilat, apalagi lebih kerap tanpa disadari sebab banyak pengidapnya yang tidak merasakan indikasi apapun. Perihal inilah yang membuat klamidia disebut- sebut selaku” silent infection” ataupun peradangan yang diam- diam tiba. Walaupun begitu, bukan berarti klamidia dapat dikira sepele, lho!

Indikasi Klamidia yang Kerap Terlewatkan

Salah satu alibi kenapa klamidia dapat beresiko merupakan sebab gejalanya yang kerap kali tidak timbul ataupun sangat ringan. Banyak orang yang terinfeksi klamidia tidak merasakan terdapatnya pergantian pada badannya. Tetapi, kala indikasi timbul, umumnya berbentuk rasa sakit ataupun dibakar dikala buang air kecil, keputihan yang tidak biasa pada perempuan, ataupun rasa sakit dikala berhubungan intim. Pada laki- laki, klamidia bisa menimbulkan keluarnya cairan dari penis ataupun rasa sakit pada testis. Oleh sebab itu, pengecekan teratur sangat berarti supaya peradangan ini tidak terlambat diatasi.

Mengapa Klamidia Dapat Beresiko?

Meski kerap kali tidak menampilkan indikasi, klamidia dapat memunculkan komplikasi sungguh- sungguh bila dibiarkan tanpa penyembuhan. Pada perempuan, peradangan klamidia bisa menimbulkan radang panggul( pelvic inflammatory disease/ PID) yang bisa mengusik kesuburan serta tingkatkan resiko kehamilan ektopik. Pada laki- laki, klamidia dapat menimbulkan epididimitis, ialah infeksi pada saluran yang bawa mani, yang dapat berujung pada permasalahan kesuburan. Oleh sebab itu, berarti buat lekas menyembuhkan klamidia saat sebelum menimbulkan permasalahan yang lebih besar.

Metode Menghindari Klamidia

Penangkalan merupakan metode terbaik buat menjauhi peradangan klamidia. Sebagian langkah yang dapat kalian jalani antara lain memakai kondom tiap kali berhubungan intim, baik vaginal, anal, ataupun oral. Tidak hanya itu, berarti pula buat melaksanakan uji penyakit meluas intim secara teratur, paling utama bila kalian kerap bergonta- ganti pendamping intim. Jangan ragu buat bertanya dengan dokter bila kalian merasa takut ataupun mempunyai indikasi yang mencurigakan. Terus menjadi kilat ditemukan, terus menjadi gampang penyembuhannya!

Gimana Klamidia Dinyatakan?

Pengecekan buat klamidia umumnya dicoba lewat uji urine ataupun pengambilan ilustrasi dari wilayah yang terinfeksi, semacam serviks pada perempuan ataupun uretra pada laki- laki. Prosesnya kilat, simpel, serta tidak memunculkan rasa sakit. Bila hasil uji menampilkan kalau kalian terinfeksi klamidia, dokter hendak meresepkan antibiotik yang bisa menewaskan kuman pemicu peradangan ini. Berarti buat menuntaskan segala penyembuhan walaupun gejalanya telah lenyap supaya peradangan betul- betul sembuh.

Penyembuhan Klamidia yang Efektif

Untungnya, klamidia bisa diatasi dengan antibiotik. Penyembuhan ini umumnya berlangsung sepanjang 7 hari serta lumayan efisien buat menanggulangi peradangan. Berarti buat menjajaki petunjuk dokter serta menjauhi ikatan intim sepanjang masa penyembuhan buat menghindari penyebaran peradangan. Bila kalian lagi menempuh penyembuhan, yakinkan pendamping seksualmu pula periksakan diri serta memperoleh penyembuhan yang sama supaya tidak silih menularkan.

Kedudukan Bimbingan dalam Menghindari Klamidia

Edukasikan diri serta orang- orang di sekitarmu tentang berartinya menghindari penyakit meluas intim, paling utama klamidia. Penyuluhan tentang pemakaian kondom, berartinya uji kesehatan intim, dan isyarat dini peradangan bisa menolong merendahkan angka penularan klamidia. Terus menjadi banyak orang yang sadar hendak resiko serta penangkalan klamidia, terus menjadi kecil mungkin penyakit ini menyebar luas di warga.

Resiko Klamidia pada Kehamilan

Untuk perempuan berbadan dua, klamidia dapat jadi ancaman sungguh- sungguh. Peradangan klamidia yang tidak diatasi sepanjang kehamilan bisa tingkatkan resiko persalinan prematur serta peradangan pada balita yang baru lahir. Balita yang terinfeksi klamidia dikala kelahiran bisa hadapi peradangan mata ataupun pneumonia. Oleh sebab itu, perempuan berbadan dua butuh melaksanakan pengecekan teratur serta membenarkan kalau mereka leluasa dari peradangan klamidia demi kesehatan balita yang hendak lahir.

Ikatan antara Klamidia serta Penyakit Lainnya

Peradangan klamidia bisa tingkatkan resiko terbentuknya peradangan lain, semacam HIV. Kuman klamidia bisa mengganggu susunan jaringan badan yang melindungi dari peradangan HIV, sehingga memudahkan virus HIV masuk ke dalam badan. Dengan kata lain, seorang yang terinfeksi klamidia berisiko lebih besar buat tertular HIV bila mereka terpapar virus tersebut. Hingga dari itu, penangkalan klamidia pula berfungsi berarti dalam menghindari penularan penyakit yang lain.

Kesimpulan

Klamidia merupakan penyakit meluas intim yang kerap tidak menampilkan indikasi, namun dapat berakibat sungguh- sungguh bila tidak lekas ditangani. Menghindari klamidia bisa dicoba dengan pemakaian kondom, pengecekan teratur, serta bimbingan tentang kesehatan intim. Bila kalian terinfeksi klamidia, jangan takut, sebab penyakit ini dapat diatasi dengan antibiotik. Jadi, mari jaga kesehatan badan serta senantiasa waspada terhadap penyakit meluas intim semacam klamidia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *