
Sumber: rri.co.id
Ahli Warta – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan ke SMA Taruna Nusantara yang terletak di Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Selasa (13/1). Kedatangan Menhan tersebut bertujuan untuk memantau langsung operasional dan kesiapan infrastruktur yang ada di sekolah tersebut.
Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara, Brigjen TNI Mahbub Junaedi, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kunjungan Menhan adalah untuk memastikan bahwa infrastruktur di sekolah tersebut telah siap untuk mendukung proses pembelajaran bagi siswa dan guru. Mahbub mengungkapkan bahwa Menhan ingin memastikan bahwa sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut dapat memenuhi kebutuhan pendidikan yang berkualitas.
Sesampainya di SMA Taruna Nusantara pada pukul 09:47 WIB, Menhan disambut langsung oleh pejabat daerah setempat, termasuk Bupati Malang, M Sanusi, serta jajaran TNI. Setelah itu, Menhan bersama Bupati Malang langsung menuju lobi utama sekolah sebelum melanjutkan perjalanan untuk meninjau fasilitas dan bangunan yang ada di bawah naungan Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN).
Selama peninjauan, Mahbub menjelaskan bahwa Menhan memberikan perhatian besar terhadap berbagai upaya pemenuhan kebutuhan untuk para siswa, guru, dan pamong di SMA Taruna Nusantara. Di antaranya, Menhan menekankan pentingnya pemenuhan sarana-sarana yang mendesak untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, seperti pos jaga di depan sekolah, klinik, kolam renang, serta perumahan untuk pamong.
Dalam kesempatan tersebut, Mahbub juga menjelaskan bahwa SMA Taruna Nusantara memiliki sekitar 240 siswa yang dibagi ke dalam 10 kelas. Setiap kelas terdiri dari 24 siswa yang menjalani proses belajar mengajar. Ia menambahkan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut sudah berjalan dengan baik dan berharap bahwa pengembangan fasilitas pendidikan dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana yang telah disusun.
Saat ini, SMA Taruna Nusantara memiliki luas lahan sekitar 29,6 hektare. Namun, pembangunan baru dilakukan pada sebagian kecil lahan, yakni sekitar 9 hektare. Mahbub berharap fasilitas pendidikan tahap kedua dan tahap ketiga, termasuk kelas baru, dapat selesai pada pertengahan tahun ini atau paling lambat pada akhir tahun.
Sekretaris LPTTN, Priscilia Waworuntu, menambahkan bahwa Menhan juga memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan fasilitas bagi para guru dan pamong di SMA Taruna Nusantara. Priscilia menyebutkan bahwa Menhan menanyakan tentang kondisi akomodasi dan kesejahteraan para pamong, yang merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar.
Dengan adanya perhatian dari Menhan terhadap kebutuhan fasilitas ini, diharapkan bahwa SMA Taruna Nusantara dapat terus berkembang dan mencetak sumber daya manusia yang unggul. Tujuan dari keberadaan sekolah ini adalah untuk mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi tinggi dan dapat berkontribusi dalam kemajuan Indonesia di masa depan. Pemerintah melalui lembaga pendidikan seperti SMA Taruna Nusantara berkomitmen untuk menciptakan SDM yang siap menghadapi tantangan global serta dapat berperan dalam pembangunan negara.
Selain itu, diharapkan dengan pemenuhan kebutuhan infrastruktur yang terus berjalan, SMA Taruna Nusantara dapat menjadi salah satu tempat pendidikan yang unggul dan mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Semua upaya yang dilakukan diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pendidikan nasional dan memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan Indonesia di masa depan.